Musim Hujan Mulai, Ini 5 Penyakit Kucing yang Perlu Diwaspadai
Ringkasan: Lima penyakit yang paling sering dibahas dokter hewan dan jurnal untuk kucing saat cuaca lembap adalah panleukopenia, flu kucing, jamur kulit, diare akibat parasit atau infeksi, dan kutu. Data lokal tidak seragam. Satu penelitian di Bogor mencatat 62% kasus suspek panleukopenia menular di musim hujan, sedangkan satu tesis di UGM tidak menemukan pengaruh musim atau curah hujan. Kesimpulan praktisnya: vaksinasi, kebersihan, dan pemantauan nafsu makan lebih bisa diandalkan daripada menebak cuaca.
Musim hujan mulai datang bertahap ke Indonesia. Musim hujan mulai, ini 5 penyakit kucing yang perlu diwaspadai pemilik sebelum cuaca benar-benar basah: panleukopenia, flu kucing, jamur kulit, diare dan cacingan, serta kutu. Panduan ini merangkum apa yang dikatakan dokter hewan, otoritas veteriner, dan penelitian kampus. Setiap angka punya sumber. Panduan ini tidak menggantikan pemeriksaan dokter hewan.
Kapan musim hujan 2026/2027 dimulai dan apa kaitannya dengan kucing?

BMKG memprakirakan musim hujan 2026/2027 datang bertahap. Pada November 2026, sebanyak 185 zona musim atau 24,66 persen luas daratan Indonesia mulai masuk musim hujan. Pada Desember, 266 zona musim atau 17,31 persen menyusul. Puncaknya diperkirakan berlangsung Desember 2026 sampai Februari 2027, menurut pemaparan BMKG yang dilaporkan InfoPublik.
Awal musim hujan tahun ini juga bergeser. Bisnis.com melaporkan bahwa 529 zona musim atau 61,08 persen wilayah diprediksi mundur dari rata-rata klimatologisnya. JawaPos mengaitkan kemunduran itu dengan El Nino yang kuat dan Indian Ocean Dipole positif. Artinya, jadwal di kota Anda bisa berbeda. Cek prakiraan daerah langsung di BMKG.
Lalu, apa hubungannya dengan kucing? Cuaca tidak membuat virus muncul dari nol. Yang berubah adalah kondisi di sekitar kucing: kelembapan naik, lantai dan alas lebih sering basah, dan kucing lebih sering stres atau berdesakan di dalam rumah.
Dokter hewan IPB sekaligus anggota PDHI, drh. Trima Naimmah, menyebut kucing rentan flu, diare, penyakit kulit dan rambut, hingga panleukopenia saat musim pancaroba. Pernyataan itu dimuat ANTARA. Klinik Hewan Disnakkan Ciamis juga mencatat kenaikan kasus flu kucing saat cuaca berganti dari panas ke dingin, menurut laporan detikJabar pada Juli 2024.
Ringkasan 5 penyakit kucing di musim hujan
| Penyakit | Penyebab | Gejala yang sering muncul | Paling rentan | Langkah utama |
| Panleukopenia | Parvovirus kucing (FPV) | Muntah, diare, lesu, tidak mau makan | Anak kucing dan kucing belum divaksin | Vaksin inti, kebersihan lingkungan |
| Flu kucing | Herpesvirus (FHV-1) dan calicivirus (FCV), sering disusul bakteri | Bersin, cairan mata dan hidung, mata merah, sariawan | Anak kucing dan kucing senior | Kurangi stres, vaksin menekan keparahan |
| Jamur kulit | Microsporum canis | Rambut rontok, kerak di kulit | Anak kucing, kucing lemah | Isolasi, kultur jamur, bersihkan lingkungan |
| Diare dan cacingan | Parasit, virus, bakteri, perubahan makanan | Tinja cair, muntah, berat badan turun | Anak kucing | Cek tinja, obat cacing sesuai dokter |
| Kutu | Ctenocephalides felis | Menggaruk, dermatitis alergi kutu | Semua kucing, anak kucing berisiko anemia | Pencegahan rutin, bersihkan lingkungan |
Sumber tabel: AVMA, Cornell Feline Health Center, AMC New York, University of Florida (modul shelter medicine), Merck Veterinary Manual. Rujukan lengkap ada di bagian Sumber.
1. Panleukopenia: paling berbahaya untuk anak kucing

Panleukopenia adalah penyakit virus yang sangat menular dan bisa fatal. Penyebabnya parvovirus kucing (FPV). Menurut lembar informasi AVMA, anak kucing paling parah terdampak dan tidak ada pengobatan spesifik untuk virusnya, sehingga perawatan bersifat suportif.
Penularan terjadi lewat tinja, urine, dan cairan hidung kucing sakit. Virusnya tahan lama. Lembar fakta ISFM dan AAFP menyebut virus bisa tetap menular di lingkungan hingga sekitar setahun, tergantung kondisi. Karena itu, kucing yang tidak pernah keluar rumah pun tidak sepenuhnya aman. Vet Times merangkum pedoman WSAVA: penularan tidak langsung bisa terjadi lewat pakaian, alas kaki, mangkuk makan, dan alat grooming.
Gejalanya mirip penyakit pencernaan biasa. Dokter Klinik Hewan Disnakkan Ciamis menyebut tandanya mencret dan muntah-muntah. Jangan menunggu satu atau dua hari untuk melihat apakah membaik, terutama pada anak kucing.
Apakah musim hujan benar-benar meningkatkan panleukopenia?
Jawabannya tergantung data yang dipakai. Tiga sumber lokal berikut tidak sepenuhnya sejalan:
- Penelitian di Kota Bogor yang tercatat di repositori IPB menemukan 62% kasus suspek menular pada musim hujan. Kasus didominasi kucing jantan (66,3%), ras lokal, dan usia di bawah 6 bulan. Sebanyak 23,3% kasus suspek berakhir dengan kematian.
- Skripsi di repositori Universitas Airlangga menyebut penyakit ini menyerang semua musim. Kucing usia 1-6 bulan lebih rentan, terutama saat peralihan dari kemarau ke hujan.
- Tesis di repositori UGM menghitung prevalensi 1,33% (99 dari 7.460 kucing) dengan mortalitas 68,7%. Analisis faktor risikonya tidak menemukan pengaruh musim dan curah hujan.
Ketiganya sepakat pada satu hal: kucing muda paling berisiko. Soal musim, hasilnya beragam, jadi jangan menurunkan kewaspadaan hanya karena hujan belum turun. Perbedaan lokasi dan metode penelitian kemungkinan ikut berperan, tetapi ini tafsiran, bukan temuan dari studi tersebut.
Jadwal vaksin yang dianjurkan
AAFP menganjurkan seri vaksin dimulai pada usia 6-8 minggu, diulang setiap 3-4 minggu sampai usia 16-20 minggu. Booster diberikan pada usia 1 tahun. Pedoman WSAVA yang dirangkum Vet Times menyebut dosis berikutnya pada usia 26 minggu atau lebih. Vaksin panleukopenia termasuk vaksin inti, bagian dari vaksin kombinasi FVRCP yang juga melindungi dari herpesvirus dan calicivirus. Jadwal final tetap ditentukan dokter hewan. Efek samping ringan sesudah suntik dibahas di artikel tentang kondisi anabul setelah vaksin.
Untuk membersihkan area yang terkontaminasi, Save-A-Cat menyarankan larutan pemutih yang diencerkan karena virusnya bisa bertahan lama. Tanyakan takaran yang aman kepada dokter hewan.
2. Flu kucing: sering kambuh karena stres

“Flu kucing” sebenarnya infeksi saluran napas atas. Menurut AMC New York, dua penyebab paling umum adalah herpesvirus kucing tipe 1 (FHV-1) dan calicivirus (FCV). Cornell Feline Health Center mencatat gejalanya berupa cairan bening atau berwarna dari mata dan hidung, bersin, batuk, selaput mata bengkak, sariawan, dan lesu.
Ada dua hal yang sering luput:
- Herpesvirus tinggal seumur hidup. Cornell menyebut kucing yang terinfeksi membawa virusnya seumur hidup dan bisa mengalami kekambuhan. AMC menambahkan bahwa stres memicu flare-up, misalnya karena pindah rumah, penitipan, penyakit lain, atau hewan baru di rumah.
- Vaksin tidak mencegah infeksi. Cornell menjelaskan vaksin meminimalkan gejala dan keparahan, tetapi tidak menghalangi infeksi sepenuhnya.
Anak kucing dan kucing senior berisiko mengalami sakit lebih berat, kata AMC. Pada kebanyakan kasus ringan, perawatan fokus pada dukungan dan istirahat. Dr. Erin Henry dari program shelter medicine Cornell menyatakan kucing di lingkungan rumah yang tenang lebih mungkin pulih dari infeksi virus tanpa terapi tambahan, seperti dikutip Cat Watch.
Satu catatan soal suplemen. Cornell menyebut pemberian lisin masih kontroversial, karena beberapa studi menunjukkan tidak efektif dan bahkan bisa memperburuk gejala. Tanyakan dulu ke dokter hewan sebelum membeli.
Langkah perawatan di rumah dibahas di artikel cara mengatasi flu pada kucing. Kalau mata kucing terus belekan, baca juga penyebab mata anabul penuh kotoran mata.
Calicivirus punya sifat tersendiri. Vet Times mencatat virus ini bisa bertahan hingga sebulan di lingkungan, meski biasanya satu sampai dua minggu. Cairan yang mengering di mangkuk atau alas tetap perlu dibersihkan.
3. Jamur kulit (ringworm): bukan cacing, tapi menular ke manusia

Meski namanya “ringworm”, penyakit ini disebabkan jamur, bukan cacing. Menurut panduan Cats Protection untuk dokter hewan, Microsporum canis adalah penyebab paling umum pada kucing. Penyakit ini zoonosis: bisa menular dari kucing ke manusia dan sebaliknya. Panduan itu juga menyebut kerusakan kulit akibat garukan, kelembapan, dan parasit luar bisa membuat kondisi lebih mudah ditumbuhi jamur.
Modul shelter medicine University of Florida memberi beberapa data penting:
- Faktor risiko meliputi usia muda, lingkungan hangat dan lembap, penyakit penyerta, stres, dan kepadatan.
- Anak kucing di bawah 6 bulan memiliki risiko 8 kali lebih besar dibanding kucing dewasa, berdasarkan satu studi yang dirujuk modul itu.
- Jalur penularan utama adalah kontak langsung dengan kucing terinfeksi. Infeksi dari lingkungan yang tercemar spora disebut jarang.
- Pengobatan memperpendek perjalanan penyakit menjadi 4-6 minggu.
Satu hal yang sering salah: jamur tidak bisa dipastikan dari tampilan saja. Prosiding di dvm360 menegaskan ringworm tidak bisa didiagnosis hanya dari tampilan klinis. Dokter perlu pemeriksaan penunjang seperti kultur jamur. Sumber yang sama mencatat spora bisa bertahan berbulan-bulan hingga bertahun-tahun di lingkungan gelap dan lembap bila tidak dibersihkan dengan disinfektan yang efektif.
Jadi, kalau ada bercak rontok atau kerak di kulit kucing, jangan mengoles obat manusia sendiri. Pisahkan dulu kucing dari hewan lain, cuci tangan setelah menyentuhnya, lalu periksakan.
4. Diare dan cacingan: gejala umum dengan banyak penyebab

Diare adalah gejala, bukan diagnosis. Penyebabnya bisa parasit, virus, bakteri, atau perubahan makanan. PetsRadar menyebut cacing gelang, cacing tambang, giardia, koksidia, panleukopenia, dan infeksi bakteri sebagai kemungkinan penyebab pada anak kucing.
Di sini panleukopenia dan parasit sering tertukar. Keduanya bisa memunculkan diare, muntah, dan lesu. Karena itu pemeriksaan tinja dan pemeriksaan fisik oleh dokter hewan memberi kepastian yang tidak bisa ditebak dari rumah.
Beberapa fakta soal cacing:
- Menurut PetMD, kucing yang tinggal di dalam rumah pun bisa terkena cacing usus. Sumber ini juga memperkirakan cacing gelang menginfeksi lebih dari 75% anak kucing.
- Anak kucing berisiko lebih parah. Basepaws mencatat cacing gelang bisa membuat perut tampak buncit dan berat badan sulit naik. Cacing tambang menghisap darah dan bisa menyebabkan anemia dengan tinja yang sangat gelap.
Soal waktu ke dokter, WebVet menyarankan segera memeriksakan kucing bila ada darah atau tinja hitam seperti tar. Diare lebih dari 48 jam atau pada anak kucing, serta diare disertai muntah, lemas, atau tidak mau makan, juga perlu segera ditangani. PetsRadar menyarankan pemeriksaan jika gejala berlangsung lebih dari 24-48 jam. Kalau kucing mendadak lemas dan menolak makan, baca panduan anabul lemas dan tidak mau makan.
Jangan memberi obat cacing atau obat diare tanpa arahan dokter hewan. Jenis dan dosis bergantung pada usia, berat badan, dan penyebabnya.
5. Kutu: kelembapan membantu mereka berkembang

Kutu kucing (Ctenocephalides felis) adalah spesies kutu yang paling umum pada anjing dan kucing, menurut Merck Veterinary Manual. Gigitannya bisa memicu dermatitis alergi kutu.
Kelembapan memengaruhi daya tahan kutu. Merck mencatat pada suhu sekitar 27°C dan kelembapan relatif 90%, kutu dewasa yang baru muncul bisa bertahan sekitar 12 hari sebelum perlu makan darah. Pada kelembapan 50%, jangkanya turun menjadi sekitar 3 hari. Panduan UF/IFAS menyebut larva berkembang di tempat teduh dengan kelembapan minimal 75%, pada suhu 70-90°F. Rentang itu tidak jauh dari iklim tropis lembap di banyak wilayah Indonesia, tetapi kesimpulan ini tafsiran penulis. Media Kontan juga mengutip Paw Indonesia bahwa kutu bisa lebih parah saat musim hujan.
Beberapa fakta lain dari Merck:
- Siklus hidup kutu bisa selesai dalam 12-14 hari atau molor hingga 350 hari. Pada rumah biasa, rata-rata 3-8 minggu.
- Kutu menularkan cacing pita Dipylidium caninum. Kucing tertular saat menelan kutu ketika menjilati bulu.
- Infestasi berat bisa menyebabkan anemia kekurangan zat besi, terutama pada hewan muda.
Menurut ulasan di dvm360, sekitar 70-80% siklus hidup kutu tersembunyi di lingkungan. Jadi, hanya mengobati kucing tanpa membersihkan karpet, sofa, dan alas tidur sering tidak cukup. Pilihan produk pencegahan dibahas di artikel obat anti kutu dan cacing bulanan. Pilih produk sesuai berat badan dan usia kucing, dan tanyakan ke dokter hewan.
Cara mencegah penyakit kucing saat musim hujan

- Cek status vaksin inti. AVMA menyebut FVRCP sebagai vaksin inti untuk semua kucing. Pastikan seri anak kucing lengkap dan booster tidak terlewat.
- Pisahkan kucing yang menunjukkan gejala. Modul University of Florida menyarankan isolasi kucing terinfeksi dan kontaknya untuk kasus jamur. Pisahkan juga kucing yang bersin atau diare sampai dokter hewan memberi arahan.
- Bersihkan pasir, mangkuk, dan alas secara rutin. Virus dan spora menempel di benda. Vet Times mengingatkan bahwa sepatu, pakaian, dan alat grooming bisa membawa FPV masuk rumah.
- Jaga suasana tenang. Stres memicu kekambuhan herpesvirus menurut Cornell dan AMC. Sediakan tempat sembunyi dan jangan ubah rutinitas mendadak.
- Pakai pencegah kutu dan cacing sesuai anjuran dokter hewan. Kutu dan cacing pita saling terkait menurut Merck.
- Keringkan kucing yang kehujanan. Cats Protection menyebut kelembapan sebagai salah satu kondisi yang mendukung infeksi jamur.
- Catat nafsu makan setiap hari. Dr. Jeannine Berger menyampaikan di konferensi AAFP 2018 bahwa asupan makan mencerminkan tingkat stres kucing, seperti dilaporkan dvm360. Penurunan nafsu makan adalah sinyal paling awal yang mudah dipantau.
Kapan kucing harus segera dibawa ke dokter hewan?

| Tanda | Mengapa tidak boleh menunggu | Sumber |
| Diare pada anak kucing | Anak kucing cepat dehidrasi, dan panleukopenia salah satu kemungkinan | WebVet, PetsRadar |
| Tinja berdarah atau hitam seperti tar | Bisa menandakan perdarahan atau infeksi saluran cerna | WebVet |
| Muntah, diare, lemas, dan tidak mau makan bersamaan | Dehidrasi bisa berkembang cepat | WebVet |
| Gejala flu memburuk atau berlangsung lama | Infeksi sekunder bakteri atau pneumonia mungkin terjadi | Cat Watch, Cornell |
| Bercak rontok dan berkerak yang menyebar | Jamur tidak bisa dipastikan tanpa pemeriksaan dan menular ke manusia | dvm360, Cats Protection |
| Pucat, lemas, dan banyak kutu pada anak kucing | Risiko anemia akibat kutu | Merck |
Untuk panduan umum mengenali hewan yang mulai sakit, baca tanda hewan peliharaan sakit yang tidak boleh diabaikan.
FAQ — Musim Hujan Mulai, Ini 5 Penyakit Kucing yang Perlu Diwaspadai
Apa saja penyakit kucing yang perlu diwaspadai saat musim hujan?
Lima yang paling sering dibahas adalah panleukopenia, flu kucing, jamur kulit, diare akibat parasit atau infeksi, dan kutu. Dokter hewan IPB yang dikutip ANTARA menyebut flu, diare, penyakit kulit, dan panleukopenia sebagai ancaman saat pancaroba. Anak kucing paling berisiko pada hampir semua penyakit ini.
Apakah kucing yang hanya di dalam rumah tetap bisa tertular?
Kapan anak kucing mulai divaksin panleukopenia?
Menurut AAFP, urutannya begini:
1. Mulai pada usia 6-8 minggu.
2. Ulangi setiap 3-4 minggu sampai usia 16-20 minggu.
3. Beri booster pada usia 1 tahun.
Jadwal final ditentukan dokter hewan.
Apakah jamur kucing bisa menular ke manusia?
Ya. Panduan Cats Protection menyebut dermatofitosis bersifat zoonosis dan bisa menular antara kucing dan manusia. Penyakit ini cenderung sembuh sendiri pada orang dan kucing dengan imunitas baik. Cuci tangan setelah menyentuh kucing yang dicurigai dan periksakan ke dokter hewan.
Disusun oleh Tim Redaksi pchotdeals. Artikel ini berisi informasi umum dan bukan pengganti pemeriksaan dokter hewan.
Sumber
- BMKG via InfoPublik, prediksi musim hujan 2026/2027: https://infopublik.id/kategori/nasional-sosial-budaya/990317/bmkg-ungkap-prediksi-musim-hujan-2026-2027-mulai-november-puncak-desember
- JawaPos, pengaruh El Nino dan IOD: https://www.jawapos.com/nasional/2610210223/bmkg-prakirakan-awal-musim-hujan-20262027-terpengaruh-el-nino-dan-iod
- ANTARA, kucing rentan sakit di musim pancaroba: https://www.antaranews.com/berita/3407955/kucing-juga-rentan-sakit-di-musim-pancaroba
- detikJabar, kasus flu kucing di Ciamis: https://www.detik.com/jabar/berita/d-7446625/disnakkan-ciamis-catat-kenaikan-kasus-flu-pada-kucing-peliharaan
- ISFM dan AAFP, lembar fakta panleukopenia: https://catvets.com/felinepanleukopenia_factsheet-pdf
- AVMA, brosur panleukopenia 2024: https://ebusiness.avma.org/files/productdownloads/mcm-client-brochures-feline-panleukopenia-2024.pdf
- Vet Times, perawatan preventif kucing dalam ruangan: https://vettimes.co.uk/article/preventive-health-care-advice-for-indoor-cats
- Repositori IPB, studi kasus panleukopenia di Bogor: https://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/107444
- Repositori UGM, prevalensi panleukopenia: https://etd.repository.ugm.ac.id/penelitian/detail/258037
- Repositori Universitas Airlangga, skripsi panleukopenia: https://repository.unair.ac.id/141662/1/061811535016-HAL%20JUDUL.pdf
- Cornell Feline Health Center, infeksi pernapasan: https://www.vet.cornell.edu/departments-centers-and-institutes/cornell-feline-health-center/health-information/respiratory-infections
- AMC New York, infeksi saluran napas atas kucing: https://amcny.org/?p=72953
- Cat Watch, stres dan infeksi saluran napas: https://www.catwatchnewsletter.com/?p=50306
- dvm360, kuliah AAFP 2018 tentang URI di shelter: https://dvm360.com/view/aafp-2018-managing-upper-respiratory-infections-in-shelter-cats
- Cats Protection, panduan ringworm: https://www.cats.org.uk/media/fy3fn4jf/cw_26_189_ringworm-advice-for-vets.pdf
- University of Florida, modul ringworm di shelter: https://ufl.pb.unizin.org/shelteranimalphysicalhealth/?p=746
- dvm360, diagnosis dan penanganan ringworm: https://www.dvm360.com/view/ringworm-diagnostics-treatment-and-management-strategies-proceedings
- PetsRadar, diare pada anak kucing: https://www.petsradar.com/advice/how-to-help-a-kitten-with-diarrhea-your-first-steps
- WebVet, diare pada kucing: https://www.webvet.com/symptom-checker/cat/diarrhea/
- PetMD, obat cacing anak kucing: https://petmd.com/cat/general-health/deworming-kittens
- Merck Veterinary Manual, kutu pada anjing dan kucing: https://merckvetmanual.com/integumentary-system/fleas-and-flea-allergy-dermatitis/fleas-in-dogs-and-cats
- UF/IFAS, kutu kucing: https://edis.ifas.ufl.edu/publication/IN137/pdf
- dvm360, siklus hidup kutu: https://dvm360.com/view/fleas-they-are-happiest-home
- Save-A-Cat, panleukopenia: https://saveacat.org/feline-panleukopenia.html