Mata Anabul Tiap Hari Penuh Taik Mata? Jangan Langsung Dianggap Sepele
pchotdeals – Buat para pet owner, especially yang hidupnya udah nggak bisa jauh dari kucing atau anjing kesayangan, pasti pernah ngalamin satu momen ini yakni bangun pagi, terus lihat mata anabul penuh taik mata lagi.
Kadang cuma sedikit di ujung mata, kadang sampai lengket banyak banget bahkan ada yang tiap hari harus dibersihin terus. Dan jujur aja, banyak orang awalnya nganggep ini normal.
“Ah paling baru bangun.”
“Namanya juga kucing.”
“Atau mungkin matanya sensitif aja.”
Padahal sebenarnya, kondisi mata anabul yang terus-menerus mengeluarkan banyak kotoran bisa jadi tanda ada sesuatu yang perlu diperhatikan. Nggak selalu bahaya memang, Tapi juga nggak boleh langsung diabaikan. Karena kesehatan mata hewan itu cukup sensitif, dan kalau telat ditangani bisa berkembang jadi infeksi atau gangguan yang lebih serius.
Sedikit Taik Mata Itu Masih Normal
Sama seperti manusia, anabul juga bisa punya kotoran mata dalam jumlah kecil. Biasanya muncul setelah tidur dan bentuknya sedikit, kering, warna cokelat muda atau putih tipis.
Ini normal karena mata tetap memproduksi cairan untuk membersihkan debu dan menjaga kelembapan. Masalah mulai muncul kalau jumlahnya berlebihan, muncul setiap saat, warnanya berubah atau disertai gejala lain. Especially kalau mata mulai merah, berair terus, atau anabul sering mengucek matanya sendiri.
Penyebab Mata Anabul Banyak Taik Mata
Ada beberapa penyebab umum kenapa mata kucing atau anjing jadi sering belekan. Dan honestly, penyebabnya bisa dari hal ringan sampai kondisi medis tertentu.
Infeksi Mata
Ini salah satu penyebab paling umum. Infeksi bisa disebabkan oleh bakteri, virus atau jamur. Biasanya cirinya taik mata lebih banyak, warnanya kuning atau hijau, mata merah dan kadang berbau.
Pada kucing, infeksi saluran pernapasan atas juga sering memicu belekan parah, especially pada kitten. Kalau dibiarkan terlalu lama, infeksi mata bisa mengganggu penglihatan. Makanya penting banget buat cepat ditangani.
Alergi
Anabul juga bisa alergi, lho. Pemicunya bisa macam-macam debu, parfum ruangan, asap rokok, pasir kucing tertentu sampai makanan. Kalau penyebabnya alergi, biasanya mata jadi berair, gatal dan belekan ringan tapi terus muncul. Kadang disertai bersin-bersin atau garuk wajah berlebihan.
Saluran Air Mata Tersumbat
Beberapa ras kucing dan anjing punya bentuk wajah yang bikin saluran air matanya gampang bermasalah. Especially ras flat face seperti Persian, Himalayan, Pug atau Shih Tzu.
Karena struktur wajahnya pendek, aliran air mata jadi nggak lancar dan akhirnya menumpuk di area mata. Hasilnya? Mata jadi sering belekan hampir setiap hari. Makanya pemilik ras seperti ini biasanya memang harus rutin membersihkan area mata anabul mereka.
Mata Kering
Kondisi ini dikenal juga sebagai dry eye atau keratoconjunctivitis sicca. Saat produksi air mata kurang, mata jadi lebih mudah iritasi dan menghasilkan kotoran berlebih. Biasanya tekstur taik matanya lebih lengket atau kental. Kalau dibiarkan, kondisi ini bisa bikin permukaan mata rusak.
Ada Benda Asing di Mata
Debu, pasir, bulu, atau benda kecil lain juga bisa masuk ke mata anabul. Tubuh mereka otomatis bereaksi dengan memproduksi lebih banyak cairan dan kotoran mata untuk mengeluarkan benda tersebut. Kalau anabul tiba-tiba sering berkedip, mata setengah tertutup atau garuk mata terus, kemungkinan ada iritasi atau benda asing.
Warna Taik Mata Bisa Kasih Petunjuk
Menariknya, warna kotoran mata juga bisa membantu mengenali kondisi anabul,
- Putih atau bening, Biasanya masih ringan, bisa karena iritasi ringan atau alergi.
- Kuning atau hijau, Sering menandakan infeksi.
- Cokelat kemerahan, Kadang terjadi karena air mata berlebihan yang mengering, especially pada bulu putih.
- Sangat kental dan lengket, Bisa jadi tanda infeksi serius atau mata kering.
Kalau warnanya mulai aneh atau jumlahnya makin banyak, better langsung konsultasi ke dokter hewan. Ini kesalahan yang masih sering dilakukan. Area mata anabul itu sensitif banget. Kalau dibersihkan terlalu kasar, justru bisa bikin iritasi makin parah. Cara paling aman gunakan kapas atau kain lembut, basahi dengan air hangat steril lalu usap perlahan dari arah dalam ke luar.
Dan jangan pakai kapas yang sama untuk kedua mata kalau salah satunya sedang infeksi. Karena infeksi bisa menyebar. Banyak orang langsung beli obat mata manusia untuk dipakai ke anabul. Padahal ini risky banget.
Karena beberapa kandungan obat manusia bisa berbahaya buat hewan. Especially kalau ternyata penyebabnya bukan iritasi biasa. Makanya jangan asal kasih obat tetes manusia, salep random atau ramuan tanpa rekomendasi dokter hewan. Karena mata adalah organ sensitif dan salah penanganan bisa bikin kondisi makin buruk.
Kapan Harus ke Dokter Hewan? Kalau taik mata cuma sedikit dan sesekali muncul, biasanya masih aman dipantau. Tapi segera bawa ke dokter hewan kalau belekan terjadi terus setiap hari, mata merah, bengkak, anabul terlihat kesakitan, keluar cairan kuning/hijau atau mata mulai tertutup sebagian.
Especially kalau anabul jadi lemas, nggak mau makan atau demam. Karena beberapa infeksi mata bisa berkaitan dengan penyakit lain dalam tubuh.
Kebersihan Lingkungan Juga Penting
Kadang penyebab mata belekan bukan dari tubuh anabulnya langsung, tapi dari lingkungan. Debu berlebihan, kandang kotor, atau sirkulasi udara buruk bisa memperparah iritasi mata. Makanya penting untuk rutin membersihkan tempat tidur, menjaga litter box tetap bersih dan menghindari asap rokok di sekitar hewan. Simple things like this ternyata punya pengaruh besar buat kesehatan mata mereka.
Grooming Rutin Bisa Membantu
Untuk anabul berbulu panjang, bulu di sekitar mata kadang jadi pemicu iritasi. Especially kalau bulunya sering masuk area mata atau lembap terus. Makanya grooming rutin penting banget. Bukan cuma buat estetik, tapi juga kesehatan. Beberapa owner bahkan rutin trim bulu area mata supaya lebih bersih dan nggak gampang belekan.
Salah satu masalah paling umum dalam perawatan hewan adalah banyak owner baru panik saat kondisinya sudah serius. Padahal mata anabul yang terus belekan sebenarnya sudah jadi warning kecil dari tubuh mereka.

Dan karena hewan nggak bisa ngomong, perubahan kecil seperti ini justru penting diperhatikan. Kadang perhatian sederhana dari owner bisa mencegah masalah kesehatan yang lebih besar.
Mata anabul yang penuh taik mata setiap hari memang tidak selalu berbahaya, tetapi juga tidak boleh dianggap normal begitu saja. Kondisi ini bisa dipicu oleh banyak hal, mulai dari iritasi ringan, alergi, hingga infeksi mata yang membutuhkan penanganan medis.
Sebagai owner, penting untuk memperhatikan warna kotoran mata, jumlahnya serta perubahan perilaku anabul.
Perawatan sederhana seperti membersihkan mata dengan benar, menjaga kebersihan lingkungan, dan rutin grooming juga sangat membantu menjaga kesehatan mata mereka. Karena pada akhirnya, anabul yang sehat bukan cuma soal lucu dan aktif. Tapi juga soal owner yang cukup peduli untuk memperhatikan hal-hal kecil sejak awal.
Referensi
- American Veterinary Medical Association (AVMA) — Eye Problems in Pets
https://www.avma.org - PetMD — Causes of Eye Discharge in Cats and Dogs
https://www.petmd.com - VCA Animal Hospitals — Eye Discharge in Cats
https://vcahospitals.com - Cornell Feline Health Center — Common Eye Conditions in Cats
https://www.vet.cornell.edu - ASPCA — Cat and Dog Eye Care
https://www.aspca.org - Merck Veterinary Manual — Ocular Disorders in Companion Animals
https://www.merckvetmanual.com