Kucing Jarang Mau Makan? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Kucing jarang mau makan bisa dipicu stres, masalah gigi, mual, hingga penyakit tertentu. Kenali penyebab, cara mengatasinya, dan kapan harus ke dokter hewan.
pchotdeals – Kucing tiba-tiba cuma mencium makanannya lalu pergi? Atau makan sedikit banget padahal biasanya langsung datang begitu dengar suara bungkus makanan dibuka? Kondisi kucing jarang mau makan memang kelihatannya sepele, apalagi kalau si anabul masih terlihat santai dan sesekali tetap ngemil.
Tapi pada kucing, perubahan nafsu makan bukan hal yang ideal untuk terlalu lama di-ignore. Penurunan nafsu makan dapat berhubungan dengan banyak hal, mulai dari makanan yang tidak disukai, stres karena perubahan lingkungan, sakit gigi, mual, sampai gangguan organ tertentu. Cornell University College of Veterinary Medicine menyebut kehilangan nafsu makan berkepanjangan sebagai tanda klinis yang dapat muncul pada berbagai masalah kesehatan kucing.
Ada juga kondisi yang sedikit tricky: kucing sebenarnya ingin makan tetapi tidak mampu makan dengan nyaman. Dalam dunia veteriner, kondisi seperti ini bisa disebut pseudo-anorexia. Penyebabnya dapat berupa masalah gigi, radang mulut, nyeri rahang, hingga kesulitan menelan.
Jadi kalau kucing jarang makan, jangan langsung menyimpulkan, “Ah, dia memang picky eater.” Sometimes yes. Sometimes, ada sesuatu yang perlu dicek lebih dalam.
Nafsu makan kucing dipengaruhi oleh kondisi fisik, lingkungan, aroma makanan, pengalaman sebelumnya, dan tingkat stres.
VCA Animal Hospitals menjelaskan bahwa kehilangan nafsu makan dapat disebabkan penyakit sistemik, gangguan pencernaan, rasa nyeri, mual, paparan zat beracun, efek obat, perubahan lingkungan, sampai makanan yang dianggap tidak menarik.
Bahkan posisi tempat makan bisa berpengaruh.
Cornell mencatat bahwa sebagian kucing enggan makan jika mangkuk ditempatkan di area yang ramai, dekat hewan lain, menggunakan wadah yang kotor, atau terlalu dekat dengan litter box.
Basically, kucing bisa sangat particular soal dining experience.
Tapi kalau appetite menurun terus-menerus, kita perlu melihatnya sebagai kemungkinan masalah kesehatan, bukan sekadar personality.
1. Kucing Bosan atau Tidak Suka Makanannya

Ini mungkin alasan paling sederhana.
Beberapa kucing memang cukup selective mengenai makanan. Mereka bisa menyukai satu rasa selama berminggu-minggu, kemudian suatu hari melihat makanan yang sama seperti, “Yeah, we’re done here.”
Perubahan aroma, tekstur, temperatur, hingga formula makanan dapat membuat kucing tidak tertarik.
Cornell menyebut sebagian kucing dapat mengembangkan kebiasaan makan yang sangat selektif. Memberikan variasi beberapa jenis makanan yang sesuai dapat membantu mencegah ketergantungan ekstrem terhadap satu jenis makanan tertentu.
Namun hati-hati.
Kalau kucing yang biasanya lahap mendadak menolak makanan favoritnya, jangan langsung membeli lima rasa baru.
Perubahan appetite yang tiba-tiba lebih worth investigating.
2. Baru Ganti Makanan
Perubahan makanan yang terlalu mendadak juga bisa membuat kucing melakukan hunger strike.
Kucing bisa sangat attached dengan aroma dan tekstur makanan yang familiar. Ketika dry food yang biasa dimakan tiba-tiba diganti dengan formula lain, beberapa kucing membutuhkan waktu untuk beradaptasi.
Karena itu, pergantian makanan umumnya lebih nyaman dilakukan secara bertahap dengan mencampurkan makanan lama dan baru selama beberapa hari, kecuali dokter hewan memberikan instruksi berbeda karena alasan medis.
Jika setelah pergantian makanan kucing benar-benar berhenti makan, jangan memaksakan proses transisi terlalu lama.
Kucing tidak boleh dibiarkan melakukan prolonged fasting hanya karena kita sedang committed terhadap brand baru.
3. Stres Bisa Membuat Kucing Tidak Mau Makan
Kucing sering dianggap independent dan chill.
Reality: sebagian kucing sebenarnya surprisingly sensitive terhadap perubahan.
Pindah rumah, kedatangan hewan baru, anggota keluarga baru, boarding, perubahan rutinitas, suara konstruksi, atau bahkan kehilangan companion dapat memengaruhi nafsu makan.
Merck Veterinary Manual mencatat stres lingkungan seperti pindah rumah, masuk boarding, kehadiran hewan baru, atau kehilangan anggota keluarga/hewan lain dapat menjadi pemicu berkurangnya konsumsi makanan pada kucing.
Jadi kalau appetite turun setelah ada major change di rumah, faktor stres layak dipertimbangkan.
Buat area makan terasa aman, tenang, dan predictable.
No one likes having dinner next to chaos. Cats included.
4. Mangkuk Makan Tidak Nyaman
Kadang problem-nya literally ada di mangkuk.
Cornell menyebut area dengan lalu lintas tinggi, suara berisik, keberadaan hewan lain, wadah makan yang kotor, maupun mangkuk yang berada dekat litter box dapat membuat kucing enggan makan.
Coba pindahkan tempat makan ke lokasi yang lebih tenang.
Pastikan wadah selalu bersih dan jauh dari kotak pasir.
Pada rumah dengan beberapa kucing, menyediakan area makan terpisah juga bisa membantu, terutama kalau ada satu kucing yang dominan dan membuat kucing lain merasa tidak aman ketika makan.
Kadang kita merasa mereka sedang makan bareng secara cute.
Meanwhile one cat is basically guarding the buffet.
5. Masalah Gigi dan Mulut
Ini salah satu penyebab yang sering missed.
Kucing mungkin terlihat ingin makan. Ia datang ke mangkuk, mencium makanan, bahkan mencoba menggigit.
Tapi setelah itu mundur.
Kondisi ini dapat terjadi ketika kucing merasa lapar tetapi makan terasa sakit.
VCA menyebut penyakit periodontal, gigi yang bermasalah, stomatitis, gingivitis, peradangan kerongkongan, massa pada rongga mulut, serta masalah rahang sebagai beberapa penyebab pseudo-anorexia.
Tanda lain yang bisa muncul antara lain:
- Bau mulut lebih kuat dari biasanya
- Air liur berlebihan
- Kesulitan mengunyah
- Makanan jatuh dari mulut
- Mengunyah hanya pada satu sisi
- Tidak mau makan dry food tetapi masih mau wet food
- Mulut terlihat merah atau terasa sakit ketika disentuh
Kalau ada tanda tersebut, pemeriksaan gigi dan mulut oleh dokter hewan cukup important.
6. Kucing Sedang Mual
Mual tidak selalu berarti kucing langsung muntah.
Seekor kucing bisa merasa nauseous lalu hanya mendekati makanan, mencium, kemudian pergi.
Kondisi seperti ini bisa berhubungan dengan berbagai masalah pencernaan maupun penyakit lainnya.
VCA memasukkan mual, gangguan saluran pencernaan, sumbatan gastrointestinal, hingga penyakit sistemik sebagai kemungkinan penyebab anoreksia pada kucing.
Kalau nafsu makan turun bersama muntah, diare, perut terlihat tidak nyaman, atau kucing menjadi lebih pasif, konsultasi dokter hewan sebaiknya tidak ditunda.
7. Infeksi atau Demam
Kucing yang sedang sakit sering kehilangan appetite.
Sama seperti manusia ketika flu atau demam, kondisi tubuh yang tidak fit bisa membuat makanan suddenly tidak menarik.
Cornell menyebut anoreksia dapat menyertai banyak penyakit pada kucing, mulai dari gangguan ginjal, diabetes, pankreatitis, penyakit hati, hingga kondisi yang disertai demam.
Karena penyebabnya sangat luas, kita tidak bisa menentukan penyakit hanya berdasarkan gejala tidak mau makan.
Yang perlu diperhatikan adalah combination of symptoms.
Jika kucing tidak mau makan sekaligus lemas, bersembunyi terus, muntah, diare, berat badan turun, atau perilakunya berubah drastis, that deserves attention.
8. Gangguan Ginjal
Penyakit ginjal relatif sering ditemukan pada kucing, terutama yang sudah lebih tua.
Gangguan ginjal dapat menyebabkan berbagai perubahan metabolik yang kemudian menurunkan nafsu makan.
Cornell memasukkan kidney disease sebagai salah satu kondisi yang dapat menyebabkan anoreksia pada kucing.
Tanda lain bisa berbeda-beda, tetapi beberapa kucing mengalami peningkatan minum dan buang air kecil, penurunan berat badan, muntah, atau perubahan aktivitas.
Diagnosis tentu tidak bisa berdasarkan gejala saja.
Biasanya dokter hewan membutuhkan pemeriksaan fisik serta tes darah dan urin sesuai indikasi.
9. Penyakit Pencernaan atau Sumbatan
Kucing terkenal suka bermain dengan benda random.
Benang, plastik, karet, pita, bahkan bagian mainan bisa tertelan.
Jika benda asing menyebabkan sumbatan pada saluran pencernaan, appetite bisa menurun dan kondisi tersebut berpotensi menjadi emergency.
VCA memasukkan gastrointestinal blockage sebagai salah satu penyebab serius hilangnya nafsu makan pada kucing.
Kalau kucing tidak makan disertai muntah berulang, sakit perut, sangat lemas, atau Anda mencurigai ia menelan benda asing, jangan menunggu melihat apakah kondisi akan membaik sendiri.
Veterinary care is the move.
10. Kucing Sulit Mencium Aroma Makanan
Aroma merupakan bagian penting dari appetite kucing.
VCA mencatat ketidakmampuan mencium dapat membuat konsumsi makanan berkurang karena aroma berkontribusi besar terhadap palatabilitas makanan.
Itulah kenapa kucing dengan gangguan saluran napas tertentu kadang terlihat tidak tertarik makan.
Untuk kucing yang masih diperbolehkan makan secara normal oleh dokter, sedikit menghangatkan wet food dapat meningkatkan aromanya dan terkadang membuat makanan lebih attractive.
Tapi pastikan hanya hangat, bukan panas.
We’re trying to improve dinner, not serve lava.
Bahaya Kalau Kucing Tidak Mau Makan Terlalu Lama
Ini bagian yang tidak boleh dianggap sepele.
Kucing berbeda dari manusia dalam cara tubuh merespons periode tidak makan.
Pada sebagian kucing, terutama yang overweight, kehilangan appetite berkepanjangan dapat berhubungan dengan feline hepatic lipidosis atau fatty liver.
Merck Veterinary Manual menjelaskan bahwa ketika kucing mengalami anoreksia, tubuh mulai memobilisasi lemak untuk memenuhi kebutuhan energi. Jika jumlah lemak yang masuk ke hati melebihi kapasitas hati untuk memprosesnya, lemak dapat menumpuk di sel hati dan menyebabkan hepatic lipidosis, penyakit hati yang berpotensi fatal.
VCA juga menekankan bahwa hilangnya nafsu makan mendadak pada kucing overweight atau obesitas particularly dangerous karena risiko tersebut.
Jadi strategi “biarin aja lapar, nanti juga makan sendiri” bukan selalu ide bagus untuk kucing.
Tidak ada satu batas waktu yang bisa digunakan untuk semua kucing.
Usia, berat badan, penyakit sebelumnya, jumlah makanan yang masih masuk, dan kondisi hidrasi semuanya matters.
Cornell menyatakan kehilangan nafsu makan yang menetap dapat berdampak serius pada kesehatan kucing dewasa bahkan setelah sekitar 24 jam. Untuk kitten berusia kurang dari enam minggu, tidak makan selama sekitar 12 jam saja bisa berbahaya.
VCA menyarankan pemilik berkonsultasi segera apabila kucing telah menolak makanan lebih dari dua hari, tetapi juga menegaskan bahwa perubahan pola makan perlu ditanggapi serius dan melibatkan dokter hewan lebih awal.
Secara praktis, kalau kucing benar-benar berhenti makan, terutama selama sekitar 24 jam atau disertai gejala lain, menghubungi dokter hewan lebih cepat merupakan pilihan yang safer.
Untuk kitten, kucing senior, kucing obesitas, atau kucing dengan penyakit sebelumnya, jangan menunggu terlalu lama.
Kalau kucing masih aktif, hanya makan sedikit, dan tidak menunjukkan tanda bahaya, beberapa adjustment sederhana bisa dicoba sambil memantau kondisinya.
Pertama, pastikan area makan nyaman.
Pindahkan mangkuk ke tempat yang tenang dan jauh dari litter box.
Kedua, bersihkan wadah makan secara rutin.
Ketiga, berikan makanan yang familiar dan disukai.
Keempat, wet food bisa dihangatkan sedikit agar aromanya lebih kuat.
Kelima, berikan porsi kecil tetapi lebih sering sehingga makanan selalu relatively fresh.
Keenam, pastikan air bersih tersedia.
Perhatikan juga actual intake. Kadang pemilik merasa kucing makan karena melihat makanan berkurang, padahal di rumah terdapat beberapa kucing dan yang menghabiskan makanan adalah kucing lain.
Monitoring matters.
Jangan Asal Memberikan Obat Penambah Nafsu Makan
Appetite stimulant memang ada dalam veterinary medicine.
Namun jangan membeli atau memberikan obat sendiri hanya karena kucing sedang malas makan.
VCA menjelaskan dokter hewan dapat menggunakan obat tertentu seperti mirtazapine atau appetite stimulant lainnya dalam kondisi yang sesuai. Tetapi penggunaannya bergantung pada penyebab, kondisi kesehatan, serta evaluasi dokter hewan.
Pada hepatic lipidosis berat, Merck juga mencatat appetite stimulant tidak selalu cukup; dukungan nutrisi melalui feeding tube dapat diperlukan.
Dengan kata lain, meningkatkan appetite bukan selalu menyelesaikan masalah.
Underlying cause still matters.
Jangan sembarang force-feeding.
VCA memperingatkan bahwa memaksa makanan masuk pada kucing yang menolak makan dapat meningkatkan risiko makanan masuk ke saluran pernapasan dan menyebabkan aspiration pneumonia. Pemaksaan juga dapat membuat aversi terhadap makanan semakin buruk.
Cornell juga menjelaskan bahwa praktik memaksa makanan melalui mulut dapat memperburuk food aversion pada sebagian kucing.
Jika kucing membutuhkan assisted feeding, dokter hewan dapat menentukan metode yang paling aman berdasarkan kondisinya.
So please, don’t turn feeding time into wrestling practice.
Penurunan appetite sebaiknya diperiksa lebih cepat apabila disertai tanda seperti:
- Tidak makan sama sekali sekitar 24 jam
- Muntah berulang
- Diare berat atau berkepanjangan
- Sangat lemas
- Sulit bernapas
- Air liur berlebihan
- Kesulitan mengunyah atau menelan
- Berat badan turun
- Terlihat kesakitan
- Perut membesar atau sangat sensitif
- Kulit atau bagian putih mata terlihat kekuningan
- Diduga menelan benda asing atau zat beracun
Warna kekuningan pada kulit atau membran mukosa dapat ditemukan pada gangguan hati termasuk hepatic lipidosis dan membutuhkan evaluasi medis.
Kalau kondisi kucing terlihat rapidly worsening, jangan menunggu berdasarkan timeline artikel internet.
Seek veterinary care immediately.
Belum tentu masalah serius, tetapi tetap perlu dilihat konteksnya.
Beberapa kucing memang makan dalam porsi kecil berkali-kali sepanjang hari. Jumlah kebutuhan kalori setiap kucing juga berbeda tergantung usia, berat badan, aktivitas, kondisi reproduksi, dan jenis makanan.
Yang lebih penting adalah perubahan dibanding kebiasaan normalnya.
Kalau sejak dulu kucing memang makan sedikit tetapi berat badan stabil, aktif, bulu bagus, dan pemeriksaan kesehatannya normal, pola tersebut mungkin memang individual.
Namun jika sebelumnya lahap kemudian sekarang cuma beberapa gigitan, that’s a change.
Dan perubahan appetite jauh lebih informative dibanding membandingkan porsinya dengan kucing lain.
Catat Pola Makan Kucing
Salah satu hal paling useful sebelum membawa kucing ke dokter adalah mempunyai informasi yang jelas.
Catat kapan appetite mulai menurun.
Perhatikan jenis makanan yang masih mau dimakan, seberapa banyak kira-kira, apakah minum berubah, serta ada atau tidak muntah dan diare.
Kalau memungkinkan, timbang berat badannya secara berkala.
VCA menjelaskan evaluasi penurunan berat badan dapat melibatkan pemeriksaan fisik dan berbagai tes untuk mencari penyebab, karena masalahnya dapat berasal dari nutrisi maupun berbagai penyakit.
Informasi dari rumah membantu dokter mendapatkan bigger picture lebih cepat.
Jangan Anggap Kucing Cuma Sedang Picky Eater
Kucing jarang mau makan memang bisa disebabkan hal sederhana seperti tidak menyukai makanan atau terganggu suasana tempat makan.
Tetapi hilangnya appetite juga bisa menjadi tanda masalah gigi, stres berat, mual, penyakit ginjal, gangguan pencernaan, infeksi, atau kondisi medis lainnya.
Karena itu, fokusnya bukan sekadar mencari makanan yang “akhirnya bikin dia mau makan.”
Cari tahu juga kenapa appetite berubah.
Kalau kucing masih mau makan tetapi porsinya berkurang, pantau dengan close attention. Kalau tidak makan sama sekali, berat badan mulai turun, atau muncul gejala lain, veterinary evaluation sebaiknya dilakukan lebih awal.
Cats memang terkenal picky.
Tapi ketika mereka genuinely stop eating, it’s worth taking seriously.
Referensi
- Cornell University College of Veterinary Medicine. Anorexia. Pembahasan mengenai hilangnya nafsu makan pada kucing, penyebab, risiko, dan penanganannya.
- Cornell University College of Veterinary Medicine. Feeding Your Cat. Informasi mengenai pola makan, lingkungan makan, dan kebiasaan memilih makanan pada kucing.
- VCA Animal Hospitals. Anorexia in Cats. Referensi mengenai true anorexia, pseudo-anorexia, masalah gigi, penyakit sistemik, stres, serta penanganannya.
- Merck Veterinary Manual. Feline Hepatic Lipidosis. Referensi mengenai hubungan anoreksia dengan fatty liver pada kucing serta pentingnya dukungan nutrisi.
- Merck Veterinary Manual. Disorders of the Liver and Gallbladder in Cats. Informasi mengenai hepatic lipidosis, tanda klinis, faktor pemicu, dan terapi.